Hotline. +6285-259-353-001
Jl. letkol Istiqlah No. 80-84, Banyuwangi
Jam kerja
Senin - Sabtu. 06.00 - 21.00 WIB

Mengatasi Batuk dan Pilek Pada Anak

Batuk dan pilek seakan menjadi penyakit “langganan” bagi anak padahal batuk dan pilek bukan berarti hanya bentuk reaksi negatif tubuh, bahkan itu bisa jadi merupakan bagian dari reaksi positif dari tubuh untuk mengeluarkan kelebihan toksik atau racun yang bertumpuk pada saluran pernafasan yang kerap terjadi.Produksi lendir/dahak ketika mengalami batuk dan pilek merupakan proses tubuh untuk membuang toksik, walaupun prosesnya memang selalu tidak nyaman. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana cara membantu tubuh, agar proses ketidak nyamanan itu tidak berlangsung terlalu lama. Jika gejala ini diatasi dengan baik, maka batuk dan pilek akan lebih cepat sembuh.

Berikut Cara penanganan Batuk dan Pilek pada Anak:

  1.  Usahakan memberikan minum air putih hangat sesering mungkin. Ini akan membantu        proses pengeluaran slem lebih cepat.
  2. Berikan jus jeruk yang ditambah madu dua kali dalam sehari. Pagi saat perut kosong dan      malam sebelum tidur.
  3. Ajari anak untuk menghisap uap air panas yang dicampur beberapa ramuan herbal pagi      dan sore hari selama 10 – 15 menit atau semampunya (cara buat : didihkan 1 liter air + 1      ibu jari jahe + sejumput cengkeh + 1 sendok makan garam + sedikit mint kalau ada) . Ini      akan berfungsi sebagai obat inhalasi, yaitu untuk melonggarkan saluran nafas dan        mengeluarkan slem.
  4. Kompres hangat sekitar hidung, kening, muka dan bagian dada selama 30 menit sd 1 jam.
  5. Berikan ramuan herbal buatan sendiri : didihkan 4 gelas air + 1 ibu jari jahe, 1 ibu jari laos, + ibu jari kayu manis, 2 batang serai, di iris iris, tambahkan 6 lembar daun sirih yang dipotong potong dan sejumput cengkih. Biarkan hingga air tinggal 2 gelas. Berikan 1 gelas dipagi hari dan 1 gelas disore hari. Ditambah dengan 2 sdm madu.
  6. Ketika anak tidak selera makan, tak usah cemas apalagi dipaksa makan. Berikan air madu hangat sesering mungkin ditambah jus buah-buahan secukupnya.

Catatan :Kapan menghubungi dokter?, batuk terus-menerus, demam > 72 jam, Sesak nafas, kuku dan bibir tampak biru, Luar biasa rewel, atau luar biasa mengantuk (sangat sulit dibangunkan)

Jika kita membaca literaratur kedokteran, sering diungkapkan bahwa batuk merupakan suatu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu saluran nafas kita, seperti dahak, riak, benda asing (kacang, dsb). Batuk sebagai anugerah terindah dari Tuhan sering disikapi dengan tidak bijak oleh mereka yang tidak memahaminya.
Andaikan kita perhatikan sejenak pada penderita stroke misalnya. Karena adanya gangguan dalam otak, refleks batuknya terganggu. Akibatnya dahak menumpuk di paru2 dan penderita umumnya mengalami pneumonia. Hingga berefek fatal kematian pada penderita.
Batuk bukanlah momok. Melalui batuk, kita tetap dapat bernafas, karena lendir yang mengganggu saluran nafas akan dikeluarkan saat batuk. Dengan batuk, kita terhindari dari bahaya tersedak benda asing yang masuk ke saluran nafas kita.

Mengetahui penyebab batuk, lebih penting!
Yang paling penting yang harus kita lakukan adalah mencari tahu apa penyebab dari batuk, apakah karena adanya Infeksi kah atau bukan karena infeksi.
Pada anak umumnya batuk disebabkan oleh infeksi virus atau oleh reaksi alergi.
Batuk akibat infeksi virus flu misalnya bisa berlangsung hingga 2 minggu, bahkan bisa lebih lama lagi apabila anak kita sensitif atau alergi, atau bila di rumah ada anak lain yang lebih besar yang juga sedang sakit. Batuk karena alergi juga bisa berlangsung lama atau hilang timbul selama pencetus alerginya tidak diatasi. Alergi yang dimaksud bisa dalam bentuk alergi hidung (Allergic rhinitis), asma, alergi suatu zat dari lingkungan. Penyebab lainnya adalah sinusitis, reflux, pneumonia.