TETAP SEHAT DENGAN DIABETES MELLITUS

Diabetes mellitus (DM) atau yang orang kenal sebagai penyakit kencing manis adalah sebuah penyakit metabolik yang sering terjadi di sekitar kita. Penyakit penyebab kematian nomor 6 di dunia menurut WHO (2010) ini juga membuat Jawa timur sebagai peringkat 9 se-Indonesia. Secara umum DM dibagi menjadi 2 tipe yaitu DM tipe 1 (factor genetik) dan DM tipe 2 (factor metabolik/gaya hidup). Yang paling banyak diderita oleh orang Indonesia adalah DM tipe 2. Penyakit ini biasanya memiliki 3 gejala klasik seperti banyak minum, banyak kencing yang biasanya terjadi pada malam hari, dan berat badan menurun (pada awal-awal penyakit berat badan dapat naik). Gejala lain yang biasa didapatkan juga yaitu gejala kesemutan, mudah capai, mengantuk, luka susah sembuh, pandangan kabur dan ada beberapa orang dengan penurunan kemampuan seksual. Sesorang dikatakan memiliki penyakit kencing manis jika dalam pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar gula darah acak diatas 200 mg/dL atau gula darah puasa diatas 126 mg/dL.

Pada orang yang sudah terdiagnosis dengan penyakit kencing manis biasanya sudah mulai terjadi gangguan metabolik pada tubuhnya seperti gangguan kadar lemak darah dan tekanan darah sehingga penting sekali untuk memantau kadar gula darah, lemak darah dan tekanan darah secara teratur. Selain itu menjaga pola hidup sehat juga penting untuk dilakukan supaya tidak terjadi komplikasi-komplikasi yang akan memperparah dari penyakitnya. Berikut ada beberapa pola hidup sehat yang bisa diikuti oleh penderita kencing manis. Pola hidup sehat itu antara lain :

1) Hindari makanan dan minuman manis yang berlebihan sehingga tercapai kadar gula darah puasa (GDP) kurang dari 130 mg/dl (prinsip Batasi Nikmati Imbangi). Sebagai contoh apabila ingin makan pecel. Pecel mengandung gula jawa yang akan menaikkan kadar gula tetapi juga mengandung sayur yang bermanfaat. Sehingga boleh dimakan tetapi Batasi kadar gula yang dimakan, Nikmati pecelnya dan Imbangi dengan cek gula darah setelah makan

2) Kurangi makanan yang mengandung asam urat tinggi (prinsip Batasi Nikmati Imbangi) sehingga tetap di kadar normal 5-6 mg/dL contoh makanan yang dapat menaikan asam urat seperti jerohan, alkohol, sarden, burung dara, unggas, kacang, kaldu, kerang, emping, tape

3) Hindari makanan berkolestrol tinggi seperti telor, keju, kepiting, udang, kerang, cumi, susu, santen sehingga tercapai target kolestrol total dibawah 200 mg/dL, LDL dibawah 100 mg/dL, trigliserida dibawah 50 mg/dL, dan HDL (kolestrol baik) diatas 40 mg/dL bagi pria & diatas 50 mg/dL bagi wanita (prinsip Batasi Nikmati Imbangi). Sebagai contoh apabila ingin makan gulai. Gulai boleh dimakan tetapi Batasi jumlahnya, Nikmati gulainya lalu Imbangi dengan ekstra sayur dan berolahraga setelahnya

4) Capai berat badan yang ideal dengan latihan fisik secara teratur. Usahakan latihan fisik primer (gerak fisik ringan setiap 1 jam sesudah makan) dan latihan fisik sekunder yaitu setiap sebelum mandi pagi dan mandi sore dengan menggerakkan semua sendi. Baik dimulai dari sendi leher, bahu, siku dan pergelangan tangan dan selanjutnya. Jika sibuk latihan fisik bisa dilakukan di pinggiran tempat tidur, dengan sit-up 1 sampai 3 kali perhari setidaknya 50 kali sit-up

5) Kurangi makanan yang menaikkan tekanan darah seperti makanan yang terlalu asin sehingga tercapai target tekanan darah kurang dari 140/80 mmHg

6) Stop rokok dan hindari minum minuman beralkohol

7) Hindari stress dengan tidur nyenyak 6-7 jam perhari (boleh diangsur)

8) Konsultasi dengan ahli gizi untuk diet DM yang sesuai

9) Jika diberi obat oleh dokter minumlah obat secara teratur dan lakukan regular check up. Regular check up dilakukan untuk periode tertentu 1,2,3,4…6 bulan sekali tergantung kelainan-kelainan yang ada dan hasil check up harus dikonsultasikan kepada ahlinya.

10) Penderita kencing manis memiliki resiko untuk terjadinya ulkus DM (luka khas di kaki pada penderita kencing manis). Untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti tidak boleh berjalan tanpa alas kaki termasuk di pasir dan di air, jaga kebersihan kaki, potong kuku secara teratur, pastikan kaki selalu kering, dan periksakan ke dokter apabila pada kaki terdapat kulit terkelupas, kemerahan, ataupun luka

Pada akhirnya Jika kita melakukan pola hidup sehat seperti yang dijalankan diatas maka akan meningkatkan kualitas hidup bagi penderitanya sehingga orang dengan penyakit kencing manis dapat beraktivitas normal seperti orang pada umumnya. Jika pola hidup sehat inipun dilakukan oleh orang normal yang bukan penderita kencing manis maka akan mencegah berbagai macam penyakit metabolic yang mungkin dapat menyerang

 

by dr. Aditya Satrio Faredisto