DISPESIS MASALAH LAMBUNG YANG SERING DIDERITA MASYARAKAT

Dispepsia merupakan kumpulan keluhan dan gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak sampai dengan sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan lebih dari 3 bulan. Angka kejadiannya 15 – 30 % orang dewasa pernah mengalami dispepsia dalam beberapa hari. Hanya 10 – 20 % yang mencari pertolongan medis. Data depkes tahun 2004 menempatkan dispepsi diurutan ke 15 dari daftar 50 penyakit pasien rawat inap terbanyak di Indonesia dengan proporsi 1,3%. Dispepsia yang oleh orang awam sering disebut dengan “sakit maag” merupakan keluhan yang sangat sering kita jumpai sehari-hari.

Penyebab penyakit dispepsi antara lain, luka pada bagian dalam saluran pencernaan, infeksi bakteri disaluran pencernaan, penggunaan obat anti nyeri dan rematik dalam jangka panjang, gangguan difungsi hati, gangguan organ pancreas, penyakit sistemik seperti ; diabetes mellitus (kencing manis), panyakit tiroid (kelenjar gondok), dan penyakit jantung. Factor stress cukup banyak berperan menyebabkan dispepsi, pola makan yang tidak teratur dan konsumsi minum yang menyebabkan peningkatan sekresi asam lambung.

Mencegah terjadinya penyakit dispepsi  antara lain; biasakan makan dengan teratur, kunyah makanan dengan baik, jangan makan terlalu banyak, jangan berbaring setelah makan, hindari waktu makan yang terlalu berdekatan supaya proses mencerna tidak terganggu (interval 2-3 jam), jangan makan sambil minum (setiap cairan yang dikonsumsi dengan makanan padat akan mengurangi aktivitas cairan pencernaan yang terlibat dalam proses pencernaan), tingkatkan konsumsi makanan sumber serat, konsumsi makanan probiotik, kurangi konsumsi makanan pembentuk asam (protein hewani dan karbohidrat sederhana), jangan makan makanan yang terlalu panas atau dingin (dapat mengiritasi lapisan dinding lambung), kurangi stress.

Penangan penyakit dispepsi dengan farmakologi (obat-obatan) dan nonfarmakologi seperti hindari makanan pencetus serangan, menghindari stress, stop merokok dan  alcohol, stop kafein (stimulan asam lambung), menghindari makanan dan minuman soda, menghindari makan malam. Pada kasus yang berat perlu parawatan dirumah sakit dan pemberian obat-obatan anti depresi.

Statistic menunjukan sebanyak 20 % penderita dispepsi mempunyai ulkus peptikum, 20 % mengalami Irritable Bowel Syndrome, kurang dari pada 1% pasien terkena kanker usus.

Maka dari itu kita tidak boleh menggagap dispepsi sebagai penyakit yang sepele karena dispepsi dapat menjadi tanda dari masalah serius, contohnya penyakit ulkus (perlukaan) lambung yang parang yang menyebabkan perdarahan lambung yang bisa menyebabkan kematian. Tak jarang, dispepsi disebabkan karena kanker lambung, sehingga harus diatasi dengan serius. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan bila terdapat salh satu dairi tanda ini, yaitu ; usia 50 tahun keatas, kehilangan berat badan dengan cepat tanpa disengaja, kesulitan menelan, terkadang mual sampai muntah terus-menerus, buang air besar tidak lancar dengan berwarna hitam dan merasa didaerah penuh didaerah perut.

 

by. dr. Lucky Miftah Saviro